Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menghadiri Malam Puncak Haul Akbar ke-516 Raden Qosim Kanjeng Sunan Drajat yang berlangsung khidmat di Parkiran Timur Museum Sunan Drajat pada Rabu (11/2) malam. Dalam sambutannya, Pak Yes mengajak seluruh jamaah untuk istiqomah dalam meneladani ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat dalam kehidupan bermasyarakat.
Beliau menekankan bahwa momentum haul bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana untuk menggali kembali warisan intelektual para wali. Ajaran luhur tersebut dinilai masih sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam menjaga harmoni sosial.
"Tentu momentum ini terus mengingatkan kita semua supaya kita terus bisa meneladani apa yang telah dilakukan oleh para wali," imbuhnya.
Secara khusus, Pak Yes mengulas mendalam ajaran filosofis "Catur Piwulang" sebagai landasan karakter masyarakat. Pesan ini mencakup empat hal utama, yakni berilah tongkat kepada orang yang buta, berilah makan kepada orang yang lapar, berilah pakaian kepada orang yang tidak berbusana, serta berilah payung kepada orang yang kehujanan.
"Catur piwulang ini mengajarkan pada kita untuk kebersamaan di dalam kehidupan di dunia dan kita saling melindungi untuk kehidupan di akhirat nanti," jelas Pak Yes.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, KH. Marzuki Mustamar, KH. Agoes Ali Masyhuri, serta Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Hadir pula Ketua PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir, Kepala Biro Kesra Jatim Agung Subagyo yang mewakili Gubernur Jatim, serta jajaran Forkopimda Lamongan.