Menjadi ikon potensi perikanan sekaligus kuliner Lamongan, puluhan ikan lele dilombakan dalam Kontes Lele Lamongan (Kolela) yang digelar perdana dalam rangka HUT PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di GOR Lamongan, Minggu (8/3). Membuka kontes tersebut, Bupati YES berharap kegiatan ini menjadi ajang untuk mengumandangkan kekayaan kuliner sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat Lamongan.
Selain sebagai simbol kebanggaan daerah, lele juga dianggap merepresentasikan karakter masyarakat Lamongan. Kegesitan serta kemampuannya bertahan dalam kondisi ekstrem dinilai Bupati YES memiliki kemiripan dengan sifat Megilan yang melekat pada warga Lamongan.
"Terima kasih kepada PWI yang telah menggelar kontes ini. Semoga kontes lele perdana ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya," ujar Bupati YES mengapresiasi.
Sebanyak 35 lele berukuran jumbo dilombakan berdasarkan bobotnya. Kontes ini dimenangkan oleh Toni dari Plosowahyu dengan lele seberat 10,240 kg. Posisi kedua diraih Panji dari Sugio dengan lele berbobot 9,415 kg, sementara juara ketiga diraih Ahmad Insan dari Mantup dengan lele seberat 7,510 kg.
Lele para juara tersebut kemudian dilelang, dan hasilnya akan gunakan oleh PWI Lamongan untuk kegiatan sosial. Lele juara pertama berhasil dilelang dengan harga Rp25 juta, sedangkan lele juara kedua dengan harga Rp20 juta.
Acara ditutup dengan festival pecel lele yang diikuti para hadirin dan tamu undangan. Diiringi alunan musik, para peserta bersama-sama mengulek sambal pecel lele, kuliner yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Lamongan.