Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan menggelar malam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus HUT ke-80 PWI di Pendopo Lokatantra, Minggu (8/3) malam. Dalam sambutannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers atas keberhasilan berbagai program pemerintah yang tidak lepas dari peran media dalam mengawal pembangunan daerah.
"Alhamdulillah, seluruh program Asta Cita telah mendarat (landing) dengan baik di Lamongan. Rata-rata capaian kita bahkan melebihi angka nasional, salah satunya di sektor ketahanan pangan dimana luas lahan dan hasil produksi kita sangat signifikan," ujar Pak Yes.
Lebih lanjut, Pak Yes menyoroti keunggulan Lamongan dalam program KDKMP yang mencatatkan jumlah terbanyak di Jawa Timur. Begitu pula dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus dipantau secara rutin melalui Satgas yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan guna memastikan kualitas dan kuantitasnya terjaga.
Meski mengantongi banyak prestasi, Bupati Yes tetap memberikan catatan mengenai tantangan masa depan. Beliau mengajak PWI untuk terus bergandengan tangan dalam mengawal isu-isu krusial, terutama infrastruktur dan penanggulangan bencana.
"Kita masih memiliki PR besar di bidang infrastruktur. Selain itu, ikhtiar jangka panjang maupun pendek terus kita lakukan agar wilayah di beberapa kecamatan yang saat ini masih tergenang banjir dapat segera teratasi," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua PWI Lamongan menegaskan komitmen organisasi untuk mematahkan stigma negatif terhadap profesi jurnalis melalui aksi nyata. Hal ini dibuktikan dengan serangkaian kegiatan sosial, seperti pelatihan jurnalistik, pengobatan mata gratis, sunatan massal di Kecamatan Sukorame, hingga penyelenggaraan Kontes dan Festival Lele Lamongan.
Apresiasi juga datang dari ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim. Menurutnya, kehadiran lengkap jajaran Forkopimda Lamongan dalam acara ini merupakan bukti nyata tingginya kepercayaan pemangku kepentingan dan masyarakat terhadap eksistensi pers di Lamongan.