Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Sulaimaniyah Turki dan Koperasi Syariah Sabiilus Salam Sejahtera, di Guest House Pendopo Lokatantra, Selasa (10/3). Pada kesempatan ini, Bupati Yes memaparkan terkait hasil swasembada pangan di Lamongan yang cukup melimpah, baik dari segi pertanian maupun peternakan, yang tentunya siap untuk didistribusikan baik ke luar daerah maupun ke luar negeri.
Ditambahkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, saat ini terdapat 106.000 sapi potong, 95.000 kambing, serta 84.000 ekor domba yang dikembangbiakkan di Lamongan dan menjadi salah satu komponen untuk menyuplai kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Lamongan juga memiliki Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) dengan status sudah bersertifikat halal.
Dengan adanya hasil peternakan yang cukup melimpah, diharapkan Lamongan bisa menjalin kerja sama bilateral yang baik, guna memperluas pasar ekspor, serta memperkuat sektor peternakan dan pangan daerah.Lebih lanjut, disampaikan oleh Pengurus Koperasi Syariah Sabiilus Salam Sejahtera, Mohammad Faried, Lamongan menjadi salah satu daerah yang mendukung Provinsi Jawa Timur sebagai penghasil tembakau tertinggi di Indonesia. Hal tersebut tentu bisa terjadi karena banyak faktor, termasuk pentingnya pemilihan penggunaan pupuk untuk tanaman.
*
Menurut Faried, pemilihan penggunaan kompos dalam pertanian, lebih memberikan dampak baik bagi tanaman, serta meningkatkan kandungan unsur hara secara alami. Oleh karena itu, melalui penggunaan kompos yang diproduksi oleh BPPP di Kecamatan Sambeng dan Ngimbang, dinilai mampu meningkatkan hasil pertanian baik dari segi kualitas maupun kuantitas, yang tak terbatas pada tanaman tembakau saja, tetapi juga jagung, kacang tanah, serta padi.
*
Pada akhir diskusi, Pemerintah Kabupaten Lamongan diharapkan bersedia memberikan dukungannya dalam sektor pendidikan melalui pembangunan pondok pesantren khusus putri, sebagai bentuk kerja sama bilateral melalui ekspor hasil peternakan dan pertanian, serta dukungan terhadap distribusi kompos agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh para petani di berbagai wilayah.