Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) virtual bersama jajaran Camat se-Kabupaten Lamongan pada Selasa (10/3) di Ruang Command Center Pemkab Lamongan. Dalam agenda tersebut, Pak Yes menekankan pentingnya sinergi antarwilayah dalam menghadapi dinamika ekonomi, cuaca ekstrem (hidrometeorologi), serta dampak ketegangan geopolitik global yang mulai menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat Lamongan.
Mengawali arahannya, Pak Yes memberikan apresiasi atas data terbaru dari BPS terkait Sensus 2025 dan mengungkapkan rasa bangga atas capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang kini menyentuh angka 76,81. Termasuk sektor ekonomi yang menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan sebesar 5,40% pada tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 4,81%.
"Capaian ini adalah modal kuat kita untuk terus bergerak produktif," ujar Pak Yes.
Di hadapan para camat, Pak Yes juga mengingatkan untuk waspada terhadap fenomena hidrometeorologi seiring meningkatnya curah hujan. Beliau meminta koordinasi intensif dengan Dinas PU SDA untuk optimalisasi waduk-waduk desa.
"Terkait kondisi alam saat ini kita tingkatkan mitigasi cuaca, wilayah yang memiliki waduk/embung segera koordinasi optimalkan fungsinya. Ada kabar baik datang dari wilayah selatan, di mana pemerintah daerah terus memperluas akses air bersih melalui jalur SPAM Mokolagres dengan kapasitas awal 50 liter perdetik menjadi 100 liter perdetik.
Mari manfaatkan infrastruktur ini agar ketersediaan air bersih di wilayah selatan benar-benar terjamin bagi masyarakat," tambahnya.
Pak Yes juga menghimbau kepada para camat agar mengingatkan para warganya untuk tidak menjual semua hasil panen. Hal ini disampaikan sebagai bentuk langkah antisipasi mandiri dampak konflik Iran-Amerika (Timur Tengah) yang mulai terasa hingga ke Lamongan "Menindaklanjuti arahan Presiden, Saya imbau masyarakat, khususnya petani, saat panen tiba jangan dijual semua. Pastikan setiap rumah tangga memiliki lumbung pangan yang memadai untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah ketidakpastian global. Meski perang tidak sampai Lamongan tapi dampaknya sangat terasi, dari hal terkecil yakni kelangkaan biji plastik yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan karung, hingga ancaman ketersediaan BBM dan beras, menjadi perhatian serius," tegasnya.
*
Menjelang Idul Fitri, Pak Yes menginstruksikan para camat untuk memastikan situasi tetap kondusif, mulai dari keamanan, pelayanan mudik, hingga menyiapkan bantuan pangan bagi wilayah yang terdampak banjir.
*
Di akhir sesi, Pak Yes memaparkan target luas tanam Kabupaten Lamongan yang mencapai 233 ribu hektar. Ia berharap seluruh stakeholder mendukung penuh pencapaian target ini demi memperkuat posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional.